Meningkatnya aktivitas belanja daring menjelang Idul Fitri ternyata membawa risiko keamanan siber yang tidak boleh diremehkan oleh masyarakat, terutama para pelajar dan orang tua. Edukasi mengenai gerakan waspada ‘scam’ paket lebaran gencar disosialisasikan oleh komunitas IT SMA Sutomo 1 guna mencegah jatuhnya korban penipuan bermodus pengiriman bingkisan atau hadiah palsu. Para penipu biasanya mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp dengan tautan mencurigakan atau lampiran file APK yang dapat mencuri data pribadi hingga saldo rekening bank korban. Penting bagi kita untuk selalu melakukan pengecekan ulang terhadap pengirim pesan dan tidak mudah tergiur oleh tawaran hadiah fantastis yang datang secara tiba-tiba di bulan Ramadan ini.
Langkah praktis untuk waspada ‘scam’ paket lebaran adalah dengan memastikan hanya mengklik tautan dari situs web resmi atau aplikasi belanja terpercaya yang sudah terverifikasi. Pelajar di SMA Sutomo 1 diajarkan untuk mengenali ciri-ciri situs phishing yang biasanya memiliki alamat URL yang janggal atau tampilan visual yang kurang profesional. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tidak pernah memberikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun dengan alasan apa pun, karena instansi resmi tidak akan pernah memintanya. Edukasi literasi digital ini sangat penting dilakukan untuk melindungi keamanan finansial keluarga agar dana yang sudah dipersiapkan untuk mudik dan hari raya tidak hilang begitu saja karena kelalaian sesaat.
Reaksi masyarakat terhadap kampanye siber ini sangat positif, mengingat semakin banyaknya modus penipuan yang sangat rapi dan meyakinkan di media sosial. Banyak netizen yang merasa terbantu dengan informasi mengenai waspada ‘scam’ paket lebaran tersebut, sehingga mereka menjadi lebih berhati-hati saat menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal. Viralitas edukasi keamanan dari lingkungan sekolah ini membantu meningkatkan kewaspadaan kolektif warga kota terhadap ancaman kejahatan digital yang mengintai di balik momen kebahagiaan Lebaran. Melalui pemahaman teknologi yang benar, para pelajar berhasil menjadi benteng informasi bagi keluarga mereka masing-masing agar terhindar dari kerugian materiil yang tidak diinginkan.