Menjalankan ibadah puasa di tengah rutinitas akademik yang padat sering kali membuat siswa rentan mengalami penurunan kondisi fisik. Salah satu masalah yang cukup sering muncul, namun jarang disadari gejalanya, adalah anemia. SMA Sutomo 1 melalui program edukasi kesehatan saat apel pagi baru-baru ini menekankan pentingnya bagi siswa untuk mulai memperhatikan asupan nutrisi harian guna cegah anemia sejak dini. Anemia, yang ditandai dengan kurangnya sel darah merah yang sehat, bisa menyebabkan tubuh merasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi saat belajar di kelas.
Kondisi anemia selama puasa terjadi ketika tubuh kekurangan asupan nutrisi penting, terutama zat besi, yang berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh organ tubuh. Saat berpuasa, pasokan nutrisi yang terbatas jika tidak dikelola dengan benar akan membuat cadangan zat besi dalam tubuh menipis. Oleh karena itu, siswa diingatkan untuk memaksimalkan menu sahur dan berbuka dengan makanan yang kaya akan zat besi sebagai langkah utama dalam menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan.
Zat besi sendiri dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan yang mudah dijangkau. Pihak sekolah menyarankan para siswa untuk memasukkan menu seperti daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, serta sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam atau kale ke dalam jadwal makan mereka. Tidak hanya itu, penyerapan zat besi akan bekerja jauh lebih optimal jika dibarengi dengan asupan vitamin C yang cukup. Oleh karena itu, mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, stroberi, atau jambu biji saat berbuka puasa sangat disarankan untuk mendukung fungsi tubuh agar tetap prima.
Siswa yang mengalami anemia sering kali mengeluhkan gejala seperti detak jantung yang tidak teratur, rasa lelah yang kronis, dan kulit yang terlihat pucat. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bukan hanya pada penurunan stamina, tetapi juga pada performa akademik. Daya ingat dan kemampuan fokus di kelas akan menurun drastis karena otak tidak menerima pasokan oksigen yang mencukupi. Inilah mengapa zat besi menjadi komponen krusial yang tidak boleh diabaikan dalam menu makanan siswa, khususnya selama masa puasa.
Selain dari sisi asupan makanan, SMA Sutomo 1 juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam mengatur pola hidup. Tidur yang cukup di malam hari serta menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat di bawah terik matahari dapat membantu mencegah kehilangan cairan dan energi berlebih yang memicu gejala anemia. Jika seseorang sudah merasa gejala-gejala fisik tersebut muncul secara terus-menerus, pihak sekolah menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis atau UKS agar bisa diberikan tindakan penanganan yang tepat sebelum kondisi memburuk.