Wakil Ketua MPR RI, Bapak Dr. H. Amirudin Aziz, M.Pd. (fiktif), menegaskan bahwa tatanan Pendidikan Modern sangat diperlukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman. Dalam era digitalisasi dan globalisasi yang terus berkembang pesat, Pendidikan Modern bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis demi kemajuan bangsa dan peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah internasional.
Pernyataan ini disampaikan Bapak Amirudin Aziz dalam sebuah diskusi panel bertema “Merangkai Masa Depan Pendidikan Indonesia” yang diselenggarakan secara daring pada hari Kamis, 9 Mei 2025. Beliau menggarisbawahi bahwa Pendidikan Modern harus mampu mengintegrasikan teknologi, mengembangkan keterampilan abad ke-21, dan mendorong pemikiran kritis serta kreativitas siswa. Ini berbeda dengan pendekatan pendidikan konvensional yang mungkin kurang adaptif terhadap perubahan cepat di dunia. Menurutnya, lingkungan belajar yang modern akan memberdayakan siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang mampu beradaptasi dengan inovasi dan tantangan baru.
Lebih lanjut, Bapak Amirudin Aziz juga menyoroti pentingnya peran guru sebagai inovator dan fasilitator pembelajaran. Dalam tatanan Pendidikan Modern, guru didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu mengajar, menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan personal, serta memfasilitasi proyek-proyek kolaboratif. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan siswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan di masa depan, termasuk di dunia kerja yang semakin kompleks dan membutuhkan kemampuan berpikir adaptif. Kurikulum juga harus dirancang agar lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan industri serta perkembangan ilmu pengetahuan.
Pendidikan Modern juga mencakup aspek pengembangan karakter, etika, dan nilai-nilai kebangsaan. Selain fokus pada pencapaian akademik, siswa juga diajak untuk mengembangkan integritas, kemampuan berempati, kepemimpinan, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, lulusan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moral yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih maju, berbudaya, dan berdaya saing global.
Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan berbagai program dan inisiatif yang sejalan dengan semangat pendidikan modern, seperti Kurikulum Merdeka dan program peningkatan literasi digital. Dalam laporan evaluasi tahunan pada bulan April 2025 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan Nasional (fiktif), terindikasi adanya peningkatan minat siswa terhadap pembelajaran berbasis proyek di sekolah-sekolah yang mengadopsi prinsip Pendidikan Modern. Diskusi panel ini juga dihadiri oleh perwakilan asosiasi pendidikan tinggi dan praktisi teknologi pendidikan. Pada hari Selasa, 14 Mei 2025, Komisi X DPR RI (Bidang Pendidikan) juga mengadakan rapat dengar pendapat mengenai akselerasi implementasi teknologi dalam proses belajar mengajar. Harapan besar terletak pada penerapan Pendidikan Modern ini untuk membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh, adaptif, cerdas, dan siap bersaing di kancah global.